BlackBerry Indonesia

**Daftar Gratis Update**

Jump to content

*New Check out Best Sellers Softwares for Blackberry *Download: BerryIndo App*NEW: 25 Must Have BlackBerry Apps Download

Life

About Life, Thoughts and Motivational Phrases & Stories

Dengan saran dari readers kami, Mr. Jimmy Suwardi dan banyaknya pengiriman cerita cerita, motivasi, dan tips kehidupan, kisah hidup dll… lewat Blackberry Messenger. Saatnya BerryIndo.com create halaman ini untuk teman teman share cerita ceritanya dan tips di halaman ini

Caranya? Gampang, copy saja dari BBM / web cerita anda dan paste ke kotak komentar dibawah.

Penting: Daftar Gratis untuk terima updates blackberry, promo & diskon " Juga download BB app/launcher http://bb.BerryIndo.com

Perhatian: situs ini adalah tempat berbagi, kami tidak memberikan support / garansi atas info & apps. Hubungi developer bersangkutan untuk support. Baca Terms of Use


7 Shares & Comments

  1. # Brandon on December 13th, 2009

    Olny srmat poelpe can raed tihs.I cdnuolt blveiee taht I cluod aulaclty uesdnatnrd waht I was rdanieg.The phaonmneal pweor of the hmuan mnid, aoccdrnig to a rscheearch at Cmabrigde Uinervtisy,it deosn’t mttaer in waht oredr the ltteers in a wrod are, the olny iprmoatnt tihng is taht the fristand lsat ltteer be in the rghit pclae. The rset can be a taotl mses and you can sitll raed it wouthit a porbelm. Tihs is b cuseae the huamn mnid deos not raed ervey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe. Amzanig huh? yaeh and I awlyas tghuhot slpeling was ipmorantt! if you can raed tihs psas it on !!Psas Ti ON !

    [Reply]

  2. # JImmy Suwardi on December 10th, 2009

    waktu

    Jack baru saja mendapatkan pelajaran berharga.
    Ia membuka sebuah kotak keemasan dan ia mendapati di dalamnya sesuatu yang sangat berharga juga secarik kertas yang sangat berkesan.
    Waktu kecil ia tinggal bersama ibunya di sebuah kota kecil. Ia bertetangga dengan seorang duda yang istrinya sudah meninggal. Duda itu tidak mempunyai anak dan hanya tinggal sendiri. Pria malang itu melihat Jack bertumbuh dari seorang anak-anak, sampai kencan pertamanya, lulus dari kuliah, bekerja dan menikah. Jack adalah seorang pekerja keras yang gila kerja.
    Ia bahkan tidak ada waktu untuk putrinya dan istrinya. Setelah ia menikah, ia dan keluarganya tidak lagi tinggal di sebelah rumah pria tua itu. Mereka pindah.
    Suatu hari Jack mendapat telepon dari ibunya, “Ingat Pak Belser? Ia meninggal dunia hari Selasa lalu. Pemakamannya hari Kamis pagi.”
    Kenangan masa kecilnya berseliweran dalam dirinya.
    Ia mengenang kembali masa-masa kecilnya dengan Pak Belser.
    “Halo?” suara ibunya membangunkannya.
    “Iya bu, aku akan ke sana hari Rabu,” kata Jack
    “tapi kupikir Pak Belser sudah lupa tentang diriku.”
    “Oh tidak, Jack,” kata ibunya, “Pak Belser selalu ingat padamu.
    Ia ingat akan hari-hari di mana kamu main-main di balik pagar rumahnya dan hari ketika kamu duduk di pangkuannya ketika istrinya meninggal.”
    “Beliau orang pertama yang mengajariku ilmu pertukangan. Tanpa beliau, aku tidak akan mungkin terjun ke usaha ini.” kata Jack.
    Sesibuk-sibuknya Jack, ia kemudian mengatur ulang jadwalnya di hari Rabu dan Kamis. Ia menghargai Pak Belser seperti ayahnya sendiri dan ia sangat ingin ada di sana ketika pemakamannya.
    Hari Rabu malam ia tiba di kampung halamannya. Ia dan ibunya kemudian berjalan ke rumah Pak Belser untuk terakhir kalinya. Di beranda, ia mengintip ke dalam rumah Pak Belser.
    Terbesit banyak kenangan tentang masa kecilnya. Sofa yang sering ia duduk, meja makan di mana ia pernah memecahkan piring, telepon di sudut ruangan dan hey…
    Jack terdiam sejenak.
    “Kotak emas di ujung meja itu hilang!” seru Jack.
    Ibunya bingung. Segera Jack menjelaskan tentang kotak emas di ujung meja itu. Ukurannya tak lebih dari satu jengkal orang dewasa dan bercat emas di luarnya. “Pak Belser selalu mengatakan itu miliknya paling berharga dan akan diberikan kepada seseorang yang layak menerimanya. Tapi setiap kali aku menanyakan isinya, ia selalu menjawab ‘Pokoknya berharga deh’.”
    Dan sekarang kotak emas itu sudah tidak ada lagi. Dugaan Jack, mungkin diambil oleh seorang keluarga jauhnya.
    Dua minggu kemudian setelah pemakaman, seorang kurir mengantarkan sebuah paket untuk Jack. Nama Jack tertulis di atas paket itu dengan tulisan yang sangat sulit dibaca. Jack membuka paket itu… Di dalamnya ada sebuah kotak emas (persis seperti kotak emas Pak Belser yang hilang itu) dan sepucuk surat .
    Jack membaca surat itu,
    “Setelah kepergianku, tolong sampaikan kotak ini kepada Jack Bennet. Ini adalah harta paling berharga yang kumiliki.” Sebuah kunci ada dalam amplop itu, kunci untuk membuka kotak itu. Hatinya bergetar, tanpa sadar ia menangis terharu, Jack perlahan membuka kotak itu. Di dalamnya dia menemukan sebuah jam saku yang indah yang terbuat dari emas. Dengan perlahan Jack membuka jam itu.
    Di dalamnya terukir kata-kata yang tak pernah ia lupakan seumur hidupnya,
    “Terima kasih, Jack, untuk waktumu. Ini saya berikan jam untukmu, sesuatu yang paling berharga bagiku. Harold Belser.”
    “Yang ia hargai dariku adalah… waktuku.” serunya perlahan.
    Ia menggenggam jam itu beberapa saat. Kemudian ia menelepon sekertarisnya dan membatalkan semua janjinya untuk dua hari ke depan. “Mengapa?” tanya Janet, sekertarisnya.
    “Aku ingin menghabiskan waktu untuk keluargaku,” kata Jack, “dan Janet, terima kasih untuk waktumu.”
    Sobat, di dunia ini ada dua hal yang tidak bisa ditarik kembali: itu adalah perkataan dan waktu. Waktu yang sudah lewat tidak akan bisa dikembalikan lagi. Waktu tidak bisa dipaksa mundur, tidak bisa diperlambat dan juga tidak bisa dipercepat. Waktu akan terus bergerak maju dengan kecepatan konstan.
    Renungan:
    Kita tidak akan bisa kembali ke masa kanak-kanak.
    Kita tidak bisa mengulang satu peristiwa yang sama di waktu itu.
    Sudahkah Anda memberi waktu pada diri Anda dan sesama Anda ?
    Sudah Anda memberi waktu Anda kepada keluarga Anda?
    Sudahkah orang lain menghargai waktu yang telah Anda korbankan kepada mereka ?
    Sudahkah Anda menghargai waktu Anda kpd Tuhan?

    [Reply]

  3. # Angelita Canthika on November 24th, 2009

    Sabar

    Seorang pria mengamati seorang wanita di toko swalayan dengan anak gadis berumur tiga tahun di keranjang dorongnya. Saat mereka melewati bagian yang menjual kue, gadis kecil itu meminta kue dan ibunya berkata “Tidak”. Gadis kecil itu lalu mulai merengek, sambil mengelus dada sang ibu berkata dengan suara pelan, “Lifi, kita hanya tinggal melewati setengah dari lorong ini. Jangan sedih ya, tidak akan lama lagi, kok.”
    Setelah itu, mereka sampai ke bagian permen dan gadis kecil itu mulai meminta permen. Gadis kecil itu mulai menangis karena sang ibu tidak memberikannya permen. Ibu itu berkata lagi dengan ekspresi yang sudah tidak sabar lagi, “Dengar ya Lifi, jangan menangis ya, hanya tinggal dua lorong lagi kok dan kita akan segera keluar dari tempat ini.”
    Setelah sampai di kasir, gadis kecil itu mulai berteriak minta permen karet dan kemudian berteriak-teriak setelah tahu bahwa toko itu tidak menjual permen karet. Ibu itu kembali mencoba tenang sambil berkata, “Lifi, kita di kasir ini hanya 5 menit, setelah itu kamu bisa pulang dan istirahat dengan tenang.”
    Sang pria mengikuti mereka keluar sampai tempat parkir dan menghampiri ibu itu untuk memujinya, “Aku sungguh memuji kesabaran Anda terhadap si kecil Lifi, Nyonya. Dia terus menangis tapi Anda tidak marah, bahkan menenangkan dia dengan lembut. Tidak seperti ibu-ibu kebanyakan.”
    Si Ibu menjawab dengan wajah sayu, “Pak, nama anak saya Annice”
    “Loh, dari tadi Anda menenangkan anak Anda dengan menyebutkan Lifi?” tanya si satpam kebingungan.
    “Iya, tapi Lifi itu saya, Pak!”
    Satpam:”..o..ooh..??..”
    “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.”

    [Reply]

  4. # Jimmy S on November 20th, 2009

    7 Kunci Motivasi
    kunci 1: Tetapkan target dan tujuan serta langkah untuk meraihnya. Langkahnya inilah yang penting. Jika Anda sekedar menuliskan target dan tujuan, hal itu hanya akan menjadi impian yang tidak akan terealisasi.
    Kunci 2: Tuntaskan yang sudah Anda mulai. Perjuangan selalu memiliki lika-liku dan pasang surut. Jika Anda serius meraih cita-cita, jangan hanya bisa memulai dan berhenti saat ada masalah menghadang. Hadapi dan tuntaskan.
    Kunci 3: Sosialisasikan pada orang lain yang sama-sama berjuang seperti Anda. Dari sini Anda akan memperoleh dan saling memberi nasihat, bantuan, yang semuanya itu adalah pelajaran tak ternilai dalam sekolah kehidupan.
    Kunci 4: Belajar bagaimana cara belajar. Pengetahuan tidak cukup. Yang akan membawa kesuksesan adalah bagaimana Anda bisa memanfaatkan pengetahuan itu.
    Kunci 5: Gunakan talenta Anda. Apakah Anda menikmati saat mendapat giliran bicara? Gunakan hobi itu sehingga Anda mendapat penghasilan dari duduk menjelajah internet.
    Kunci 6: Tingkatkan pengetahuan. Perbanyak pengetahuan, baca hal-hal yang dapat menginspirasi dan memberi input berguna bagi perkembangan diri dan karir Anda.
    Kunci 7: Berani ambil resiko. Mana yang lebih beresiko? Memulai usaha atau diam saja melihat peluang di depan mata? Lakukan sesuatu, beranilah mengubah situasi.

    [Reply]

  5. # Jimmi Agape on November 20th, 2009

    Nilai sebuah kejujuran
    Saat George Washington masih kecil, ia tinggal di Virginia bersama orang tuanya. Ayahnya adalah seorang penggemar tanaman. Ayahnya menanam berbagai pohon, diantara seluruh pohon, ayahnya sangat menyayangi sebuah pohon ceri unggul dari seberang lautan yang sebentar lagi akan berbuah.
    Pada suatu hari, George kecil bermain dengan kapak barunya. George dengan gembira bermain dan membelah potongan-potongan kayu dengan mengayunkan kapaknya. Beberapa saat kemudian, tanpa sadar ia mengayunkan kapaknya dan mengenai pohon ceri kecil kesayangan ayahnya. Pohon ceri tersebut terbelah dari atas ke bawah. George kecil sangat terkejut. Sore hari saat ayahnya kembali, ia terkejut dan sangat marah. “George!!!” teriak ayahnya,”siapa yang menebang pohon ceriku?” George terdiam sesaat, kemudian menjawab, “Aku tidak dapat berbohong ayah, pohon itu terkena kapakku.”
    Ayahnya menatap tajam, wajah George pucat pasi. Ayahnya berkata dengan tegas, “Kenapa kau menebang pohon itu?” “Aku sedang bermain dan aku tidak sengaja,” jawab George terbata-bata. “Dan sekarang pohon itu akan mati. Kita tidak akan pernah mendapat buah ceri dari pohon itu. Tetapi yang lebih buruk lagi, kau gagal mengurus pohon itu seperti yang kuharapkan.” Kepala George kecil tertunduk menyesal dan berkata, “Maafkan aku ayah.”
    Tuan Washington lalu meletakkan tangannya di bahu anaknya, “Pandang aku,” katanya,”aku menyesal kehilangan pohon ceriku, tetapi aku senang bahwa kau cukup berani untuk berkata jujur. Aku lebih suka kau berkata jujur dan berani daripada memiliki seluruh kebun ceri yang paling unggul. Jangan lupa akan hal itu anakku.” George Washington tidak pernah lupa, dan sampai akhir hayatnya ia tetap berani dan terhormat.

    [Reply]

  6. # Agape on November 20th, 2009

    Kebesaran hati seorg ibu
    Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic.
    Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya pun lumayan.
    Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
    Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
    Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.” jawab A be.
    Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).
    Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
    Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. ” Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi”.
    Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.
    Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu. Jangan sia-sia kan budi jasa ibu selama ini yang merawat dan membesarkan kita tanpa pamrih. kasih seorang ibu sungguh mulia.

    [Reply]

  7. # Jimmy Suwardi on November 19th, 2009

    Arti Persahatan
    Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.
    Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
    Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
    Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
    Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
    Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
    Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
    Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
    Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
    Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??
    MEREKALAH SAHABATMU
    Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu

    [Reply]


Share & Comment



Additional information

Categories

Subscribe & Daftar

  • BlackBerry Messenger PIN: 20ED6E8A
  • Get Link: http://bb.BerryIndo.com
  • Daftar Gratis: Email Newsletter
  • Sponsors

    Medan domains macan blackberry

    Copyright & Support

    Copyright by: BerryIndo.com | SiteMap | Twitter | Facebook | Contact | Supported by: MedanKu | Macan Group | Medan Talk All rights reserved Worldwide. BerryIndo is not associated with RIM